Pada postingan kali ini kita akan belajar bagaimana menghubungkan dan juga menampilkan karakter pada LCD 16×2.

LCD digunakan pada project arduino untuk menampilkan informasi yang di proses di arduino. Baik itu informasi berupa tulisan, angka maupun menampilkan data dari sebuah sensor.

Ukuran LCD yang ada beraneka ragam. Namun yang paling lumrah digunakan adalah LCD dengan ukuran karakter 16×2. LCD tipe ini umum digunakan karena kapasitas untuk menampilkan tulisan nya pas untuk berbagai macam project.

Untuk bisa menampilkan tulisan pada LCD dengan menggunakan arduino, kita bisa mulai dari menggunakan coding yang disediakan oleh example library di software Arduino IDE itu sendiri.

Untuk yang belum memahami bagaimana cara menginstal software arduino IDE bisa cek pada postingan artikel berikut :

Example Library LCD

Untuk dapat menggunakan contoh coding dari library lcd arduino, kalian bisa mencarinya pada menu File > Example > LiquidCrystal

Kalau kalian ingin mengetahui bagaimana cara menambahkan library pada arduino silahkan cek pada artikel berikut ini.

Lokasi coding library LCD

Lalu pilih contoh program “HelloWorld” Maka tampilan jendela arduino kamu akan menampilkan coding Hello World yang akan menampilkan tulisan Hello World nantinya di LCD.

Tampilan coding LCD HelloWorld

Pembahasan Coding

Tampilan coding untuk menampilkan tulisan Hello World pada LCD, adalah berikut ini.

// include the library code:
#include <LiquidCrystal.h>

// initialize the library by associating any needed LCD interface pin
// with the arduino pin number it is connected to
const int rs = 12, en = 11, d4 = 5, d5 = 4, d6 = 3, d7 = 2;
LiquidCrystal lcd(rs, en, d4, d5, d6, d7);

void setup() {
  // set up the LCD's number of columns and rows:
  lcd.begin(16, 2);
  // Print a message to the LCD.
  lcd.print("hello, world!");
}

void loop() {
  // set the cursor to column 0, line 1
  // (note: line 1 is the second row, since counting begins with 0):
  lcd.setCursor(0, 1);
  // print the number of seconds since reset:
  lcd.print(millis() / 1000);
}

Semua baris coding atau program yang berisikan garis miring di depan nya disebut dengan komentar.

// include the library code:

Yang dimana baris coding dengan tanda ini (“//”) tidak akan di eksekusi oleh program dan dapat kalian hapus. Fungsinya adalah untuk memberikan keterangan pada coding agar kita mengetahui maksud dari coding yang kita buat tersebut adalah bagian apa, tanpa merusak coding atau program intinya.

#include <LiquidCrystal.h>

Baris coding diatas maksudnya adalah, kita menggunakan sebuah file library dengan nama LiquidCrystal.h yang dimana file ini akan membantu kita untuk dapat mempermudah kita menampilkan tulisan pada LCD.

const int rs = 12, en = 11, d4 = 5, d5 = 4, d6 = 3, d7 = 2;
LiquidCrystal lcd(rs, en, d4, d5, d6, d7);

Coding diatas kita gunakan untuk membuat object baru dengan nama lcd dan sekaligus menentukan pin mana yang akan dipakai pada arduino yang akan terhubung ke LCD.

Disana tertulis, en = 11, yang artinya pin en pada LCD akan kita hubungkan ke Arduino pada pin 11.

void setup() {
  // set up the LCD's number of columns and rows:
  lcd.begin(16, 2);
  // Print a message to the LCD.
  lcd.print("hello, world!");
}

Pada coding di dalam kurung kurawal (“{}”) void setup(). Coding kalian akan di jalankan hanya sekali saat pertama kali arduino dinyalakan.

Biasanya di bagian void setup ini juga inisialisasi komponen yang digunakan dilakukan. Seperti lcd.begin(16,2); yang artinya kita akan menggunakan LCD dengan ukuran 16×2.

Dan karena dalam contoh coding ini, didalam void setup ditulis lcd.print(“hello, world!”); yang artinya mencetak tulisan “hello, world!” pada LCD. Maka tulisan tersebut hanya akan update sekali saja saat arduino dinyalakan.

void loop() {
  // set the cursor to column 0, line 1
  // (note: line 1 is the second row, since counting begins with 0):
  lcd.setCursor(0, 1);
  // print the number of seconds since reset:
  lcd.print(millis() / 1000);
}

Pada bagian void loop() disini, coding yang diletakkan didalam kurung kurawal (“{}”) akan di eksekusi atau dibaca berulang ulang oleh arduino secara berurutan dari atas ke bawah.

lcd.setCursor(0, 1);

Coding diatas berarti kita menentukan posisi dimana akan mencetak karakter. Nilai (0,1) artinya kita akan mencetak karakter pada LCD di posisi terdepan yaitu 0, dan baris kedua yang dimana disini ditulis dengan angka 1.

Perlu diketahui bahwa indeks array dimulai dengan angka 0, sehingga baris LCD pertama atau kolom pertama pada LCD akan diwakilkan dengan angka 0 pada coding arduino, dan untuk baris kedua akan diwakilkan dengan angka 1. Begitu seterus nya.

lcd.print(millis() / 1000);

Untuk coding diatas artinya akan tercetak angka yang dihasilkan dari rumus pembagian perhitungan millis() yang artinya milisekon dibagi 1000. Atau sederhanya rumus tersebut hanya akan menghasilkan angka yang akan bertambah nilai nya setiap 1 detik.

Gambar Rangkaian

Karena kita sudah mengetahui pin yang akan digunakan pada arduino untuk menghubungkan ke LCD, yaitu rs = 12, en = 11, d4 = 5, d5 = 4, d6 = 3, d7 = 2.

Pinout LCD 16X2

Maka rangkaian pada arduino ke LCD akan menjadi seperti berikut ini :

Rangkaian LCD Arduino

Pada gambar rangkaian diatas bisa diperhatikan kita menambahkan sebuah potensiometer dengan kaki tengah nya kita hubungkan menuju pin Contrast pada LCD. Ini berfungsi untuk mengatur kecerahan tampilan karakter pada LCD dengan memutar potensiometer tersebut.

Nilai dari potensiometer yang digunakan pada umumnya adalah 10K Ohm.

Jika kalian sukses mengupload coding tersebut maka tampilan pada LCD akan seperti berikut ini :

Tampilan pada LCD

Jika tulisan tidak muncul atau pudar, cobalah untuk memutar knop potensiometer sampai terlihat jelas tulisan pada LCD. Jangan lupa juga untuk memastikan bahwa hubungan kabel sudah sesuai dengan pin yang digunakan pada coding.

Selalu kreatif dan tetap berusaha ya teman teman.

Komentar Facebook
Menghubungkan Arduino Dengan LCD 16×2
Tag pada:            

Tinggalkan Balasan